Proposal PTK seni teater

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

A,Judul Penelitian :Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Tehnik Olah Tubuh, Olah Pikir dan Olah Suara Dalam Seni Terater Melalui Metode Tandur

Pada Siswa Kelas VIII F Semester I Di SMP N 2 Mengwi

Tahun Pelajaran 2012/2013

 

B. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) telah diterapkan pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah, mulai dari SD, SMP dan SMA/SMK. Salah satu tuntutan KTSP adalah adanya perubahan Paradigma atau berorientasi terhadap proses pembelajaran dan prosedur penilaian hasil belajar siswa (Depdiknas, 2002). Perubahan Paradigma yang dimaksud adalah perubahan dari pembelajaran yang mekanisnik yang cenderung teoritis, teacher centered. Ke pembelajaran yang kreatif yang student centered (Mukminan, 2004).

Namun kenyataannya, saat ini tuntutan itu masih belum terlaksana secara optimal, akibat hasil belajar siswa pada semua mata pelajaran masih rendah. Pada mata pelajaran Seni Budaya pada semester I tahun pelajaran 2012/2013 untuk kelas VIII F terungkap permasalahan rata-rata nilai masih berada dibawah KKM.

Rendahnya hasil belajar siswa pada bidang Seni Budaya ini juga disebabkan oleh rendahnya penguasaan siswa pada bidang teater baik daerah maupun nasional, padahal seni ini mendapat perhatian yang luar biasa dari semua kalangan masyarakat termasuk siswa.

Berdasarkan analisis peneliti berkaitan dengan proses pembelajaran Seni Budaya pada siswa, terdapat beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut : (1) Guru dalam pembelajaran masih cenderung menggunakan pola tradisional yaitu penyajian materi melalui ceramah dan pembelajaran secara klasikal. Pengetahuan dianggap dapat dengan mudah ditransfer dari pikiran guru ke pikiran siswa. Pola ini mengakibatkan siswa cenderung menjadi pasif dalam pembelajaran. (2) Siswa memiliki kemampuan yang hiterogen. Mereka memiliki bakat, kecerdasan, motivasi dan kecepatan belajar yang berbeda. (3) Proses pembelajaran yang jarang dilakukan secara tandur, yaitu tumbuhkan,alami, namai, demostrasikan,ulangi dan rayakan.Padahal siswa merupakan makhluk social cenderung suka berinteraksi dan belajar lebih leluasa dengan teman sebayanya.

Berdasarkan permasalahan itu tampaknya proses pembelajaran harus dibenahi dan diupayakan model pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi masalah di atas. Salah satu model pembelajaran yang dianggap cocok untuk mengatasinya adalah dengan metode pembelajaran Tandur. Metode ini sangat cocok dipakai sebagai strategi pembelajaran yang dirancang oleh guru untuk membantu mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran atau dearajat resiko pribadi. Tandur merupakan kerangka perencanaan Quantum Teaching. Singkatan dari : tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi dan rayakan. Dengan metode Tandur ini memastikan bahwa mereka mengalami pembelajaran berlatih, menjadi isi pelajaran nyata bagi mereka sendiri dan mencapai sukses.

Bagaimana penerapan model pembelajaran Tandur ini pada pelajaran Seni Teater Daerah, peneliti mencoba membahasnya dalam sebuah proposal PTK yang berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Tehnik Olah Tubuh, Olah Pikir dan Olah Suara Dalam Seni Terater Melalui Metode Tandur Pada Siswa Kelas VIII F Semester I Di SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2012/2013”.

2. Sasaran Tindakan

            Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Mengwi pada kelas VIII F semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 40 orang.

3     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka permasalahan dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

 

  1. Apakah penerapan metode tandur dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam bidang seni teater daerah Bali materi pokok tehnik olah tubuh, olah pikir dan olah suara pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Mengwi tahun pelajaran 2012/2013?

 

1.3 Tujuan Penelitian

            Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian adalah :

1. Mengetahui penerapan metode pembelajaran Tandur untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam bidang Seni Teater daerah Bali pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Mengwi tahun pelajaran 2012/2013.

 

1.4 Manfaat Penelitian

            Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah :

1. Dapat dimanfaatkan sebagai metode pembelajaran bagi guru Seni Budaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa

2. Sebagai upaya untuk melaksanakan pendidikan sesuai tuntutan KTSP

 

 

C KAJIAN PUSTAKA

  1. 1.      Pembelajaran Metode Tandur

Metode tandur merupakan strategi pembelajaran yang dirancang oleh guru untuk membantu engatasi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran atau derajat resiko pribadi. Tandur merupakan kerangka perencanaan Quantum Teaching. Singkatan dari; Tumbuhkan, Alami, Namai , Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajarannya atau derajat resiko pribadi akan membuat peserta didik menahan diri atau mengalami downshift yang menyebabkan belajar berhenti. Seperti halnya peserta didik ditunjuk untuk berbicara atau menjawab pertanyaan yang merupakan suatu resiko pribadi yang besar dan pengalaman yang sulit, maka peserta didik tidak akan punya kesempatan untuk meraih sukses. Dengan metode tandur ini memastikan bahwa mereka mengalami pembelajaran berlatih, menjadikan isi pelajaran nyata bagi mereka sendiri dan mencapai sukses. Dalam Quantum Teaching rancanga n yang perlu diperhatikan oleh guru adalah: Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan, yang disingkat dengan TANDUR, mempunyai pengertian bahwa:

a. Tumbuhkan

Dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, seringkali mengajar harus berhadapan dengan peserta didik yang mempunyai berbagai sikap dan kemampuan yang berbeda-beda. Sebagian peserta didik mempunyai kemampuan bahasa yang baik, sebagian yang lain mempunyai kemampuan logika yang baik, sebagian yang lain kemampuan logika matematik. Sebagian

peserta didik bersifat pemalu, sedangkan yang lain bersifat cenderung sulilt diatur. Apabila hal ini terjadi, tugas pengajar selanjutnya adalah menumbuhkembangkan potensi tersebut dengan cara memberikan motivasi peserta didik.

Motivasi merupakan gambaran tentang semua gejala yang terkandung dalam stimulus tindakan kearah tujuan tertentu, dimana sebelumnya tidak ada. Gerakan maju kearah tujuan tersebut. berbagai masalah di kelas, motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan, dan mengontrol minatminat.menjelaskan “suatu aktivitas belajar sangat lekat dengan motivasi”. Perubahan suatu motivasi akan merubah pula wujud, bentuk, dan hasil belajar. Ada tidaknya motivasi seorang individu untuk belajar sangat berpengaruh dalam proses aktivitas belajar itu sendiri. Pada saat proses belajar mengajar guru menciptakan minat peserta didik pada suatu subyek, guru akan sering menemukan bahwa ini maju pada minat baru, menciptakan relevansi rantai yang terus-menerus. Ketika guru bertanggungjawab untuk hidup, guru akan memulai untuk mengupayakan agar segalanya terlaksana dengan baik, guru akan dihadapkan beberapa pilihan keputusan, yang menuntut pembuatan keputusan yang tepat dan juga upaya suatu kemampua n untuk membuat keputusan penuh keyakinan dapat

melahirkan kekuatan pribadi.

Dalam Quantum Teaching motivasi dikaitkan dengan minat, konsep diri dan sikap akan menampakkan tingkahlaku tertentu yang diinginkan dan mendukung terjadinya proses belajar yang sukses.

Sedangkan AMBAK atau apa manfaat bagiku adalah motivasi yang didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat dari keputusan. Karena dasarnya, segala sesuatu yang akan dikerjakan harus menjanjikan manfaat bagi dirinya sendiri. Maka tingkahlaku belajar juga harus demikian, menjanjikan hasil-hasil dari tanggungjawab hidup yang sebelumnya masih terbayang.

b. Alami

Maksud dari alami adalah memberi pengalaman seperti pengalaman umum yang dimiliki oleh peserta didik sebelumnya.15 Kerangka rancangan Quantum Teaching ini termasuk bagian dari langkah-langkah yang tepat untuk membangun pola pengajaran yang baik, yakni dengan mengintegrasikan materi pelajaran dengan pengalaman aktivitas sehari- hari. Para peserta didik tidak lagi disodori teori yang cenderung abstrak untuk kemudian dihafalkan dan disebutkan lagi saat ujian, namun lebih bagaimana proses belajar terjadi dengan penerapan langsung materi pelajaran

secara lebih komprehensif.

c. Namai

Seseorang yang belajar sama halnya dengan melakukan proses perubahan tingkah laku. Tingkah aku diambil dalam arti yang luas dan mencakup pengamatan, pengenalan, pengertian, perbuatan, keterampilan, perasaan, minat dan sikap. Belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual,tetapi juga mengenai seluruh pribadi peserta didik.Kerangka rancangan namai dimaksudkan dengan menyediakan kata kunci, rumus, konsep dan model serta strategi sebagai sebuah metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan taraf perkembangan dan kesanggupan peserta didik serta cara atau proses belajar itu sendiri. Penamaan akan memuaskan hasrat alami otak untuk memberikan identitas, mengurutkan dan mendefinisikan. Penamaan dibangun diatas sejumlah pengetahuan dan keingintahuan peserta didik, membuat mereka penasaran, penuh pertanyaan, dan disinilah saatnya mengajarkan konsep, keterampilan berfikir dan strategi belajar.

d. Demonstrasikan

Yang dimaksud demonstrasikan adalah menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan bahwa mereka sesungguhnya tahu dan mampu. Seorang guru selain menumbuhkan semangat peserta didik, hendaknya guru juga mengajari arti keberanian yang sebenarnya. Peserta didik harus diupayakan dan didorong untuk tidak mencari alasan atau menyalahkan diri sendiri dan tercekam dengan rasa takut, namun menerima kenyataan situasi yang mereka alami dan melanjutkan hidup. Mendemonstrasikan sama maksudnya dengan memberi peluang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk menerjemahkan apa yang diterimanya dalam pengajaran. Penerjemahan itu dapat dilakukan dalam lingkungan formal maupun nonformal. Sesekali kita mencoba meraih kesuksesan tetapi yang diterima kegagalan. Kemudian dengan beberapa percobaan, akhirnya kesuksesan itu dapat diraih. Semuanya itu menunjukkan satu penjelasan bahwa latihan dengan praktek menjaga keadaan fisik dan emosi terus bergerak sehingga bermanfaat sebagai sebuah pengalaman yang penuh makna.

e. Ulangi

Pada umumnya, segala sesuatu yang dijelaskan guru, baik informasi maupun pengalaman yang diberikan kepada peserta didik tidak semuanya terkesan baik, tentu masih tedapat kesan-kesan yang samar dalam ingatan, pengulangan sangat membantu untuk memperbaiki semua kesankesan yang sesungguhnya yang tergambar jelas dalam ingatan. Belajar dengan menggulangi dapat dibantu dengan menunjukkan cara-cara mengulang yang tepat untuk memudahkan peningkatan kualitas pemahaman. untuk tujuan itu, tidak mungkin ditingkatkan hanya dengan latihan-latihan konvensional seperti membaca, menyimak, menghafal, mengingat dan berfikir, yang sementara ini “membosankan” tetapi dengan mempelajari cara-cara tertentu yang lebih baik untuk mencapai tingkat pemahaman yang maksimal. Cara tepat untuk meningkatkan pemahaman adalah dengan mempelajari otak yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Pengulangan dapat memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan kemampuan peserta didik bahwa mereka sebenarnya tahu. Maka pengulangan harus dilakukan dengan mengikutsertakan multi kecerdasan (Multiple Intelegence) disatu pihak dan multi modalitas (Multiple Modality) dipihak lain, mengeksplorasi multi kecerdasan termasuk didalamnya kecerdasan spasial- visual, verbal linguistik, interpersonal, musical-ritmik, naturalisasi, kinestetik, intrapersonal, dan logis matematik, menggunakan kecerdasan berganda dalam pembelajaran membantu siswa mendapatkan lebih banyak makna dan rangsangan otak dalam proses belajar, sekaligus memberi mereka lebih banyak variasi dan kesenangan, serta mengembangkan dan memperkuat kecerdasan mereka. sedangkan untuk mengeksplorasi multi kecerdasan meliputi modalitas visual, auditori dan kinestetik.

f. Rayakan

Kerangka rancangan ini merupakan pengakuan terhadap penyelesaian sebuah tugas, usaha, partisipasi suatu pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan, merasa kebanggaan pemberdayaan diri untuk usaha maksimal, simpati untuk kepercayaan diri serta ungkapan terimahkasih untuk antusiasnya, semua itu adalah sesuatu yang sangat beharga dan kesemuanya

itu adalah perlu diberikan pujian dengan merayakannya, tidak harus dengan wujud kegiatan perayaan yang perlu kemegahan, dapat juga dalam bentuk ungkapan perasaan, baik secara individual maupun bersama-sama. Maksud dari ganjaran itu adalah supaya dengan ganjaran itu anak lebih giat lagi usahanya untuk memperbaiki dan mempertinggi prestasi yang telah dapat dicapainya. Dengan kata lain, anak menjadi lebih keras kemauannya untuk bekerja dan berbuat lebih baik lagi. Jadi maksud terpenting bukanlah hasil yang telah dicapai anak itu, pendidik bertujuan membentuk kata hati dan kemauan yang lebih baik dan lebih keras pada anak itu.

2. Seni Teater Daerah Bali

                        Teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak misalnya wayang wong, arja, topeng, randai, ketoprak, ludruk dan sebagainya. Teater juga bias di artikan sebagai drama kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan oleh banyak orang dengan media dialog, gerak dan laku berdasarkan atas naskah ( N ARJANA ADIPUTRA,1985:4)

            Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah, penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti). Proses penjadian drama ke teater disebut prose teater atau disingkat berteater. Teater bisa diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater dalam arti sempit adalah sebagai drama (kisah hidup dan kehiudpan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis). Dalam arti luas, teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak contohnya wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain (Wikipedia)

D. METODE PENELITIAN

1. Seting Penelitian

            1). Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di kelas VIII F SMP Negeri 2 Mengwi.

            2). Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai bulan September 2012

  1. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Mengwi semester 1 Tahun 2012/2013 yang berjumlah 40 orang. Alasan dipilihnya subyek ini karena di kelas tersebut terdapat permasalahan yang rata – rata nilai kelas siswa tersebut masih berada di bawah KKM.
  2. Sumber Data

Data penelitian ini masih tergolong data primer yang diperoleh langsung dari siswa. Dengan demikian yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII F  SMP Negeri 2 Mengwi. Data lain mengenai jumlah siswa diperoleh dari hasil dokumentasi sekolah.

  1. Metode Pengumpulan data dan instrumen

Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa studi dokumentasi untuk memperoleh foto pada saat proses pembelajaran, observasi, refleksi tiap akhir siklus, dan kuisoner untuk mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran. Sedangkan data kuantitatif berupa hasil penilaian tes pemahaman konsep pada akhir siklus dan tugas terstruktur.

  1. Metode Dokumentasi
  2. Validasi data
  3. Analisis Data
  4. Tehnik Penyajian Hasil Analisis

Hasil penelitian ini akan dipaparkan dan dapat mengupayakan meningkatkan hasil belajar siswa dalam tehnik olah tubuh, olah pikir dan olah suara dalam seni terater melalui metode tandur pada siswa kelas VIII F semester I Di SMP N 2 Mengwi tahun pelajaran 2012/2013

 

 Gambar

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s